X-Steel Pointer

Senin, 15 Oktober 2012

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE)



PRAKTIK KUNJUNGAN DUNIA USAHA/INDUSTRI
SMK KESEHATAN BAKTI INDONESIA MEDIKA NGAWI
KOMPETENSI KEAHLIAN : KEPERAWATAN, ANALIS KESEHATAN, FARMASI

A.    LATAR BELAKANG
  1. Gambaran Umum Singkat
Meningkatkan mutu tamatan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) merupakan muara dari sasaran pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda dengan nama Program Praktek Kunjungan Dunia Usaha/Industri.
Dalam meningkatkan kualitas suatu tamatan SMK tersebut diharapkan peran serta dukungan dunia industri / instansi, yang secara langsung akan menyerap tenaga kerja lulusan tingkat menengah untuk dapat membantu dan mengarahkan pola pembinaan terpadu, antara system belajar di sekolah dengan keahlian yang dibutuhkan dunia usaha (industri ) maupun instansi pemerintah.
Program Praktek Kunjungan  Dunia Usaha/Industri adalah :
a. Program bersama antara sekolah ( SMK ) dengan lahan praktik yang diorganisasikan melalui Majlis Sekolah ( MS )
b.  Program sekolah  dilaksanakan didua tempat sebagian dilaksanakan di sekolah dan sebagian lainnya di lahan praktik, sesuai dengan program keahlian masing masing SMK tersebut.
2.      Tujuan Pengembangan KTSP
Tujuan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ngawi mengembangkan KTSP diantaranya untuk:
a.      Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Sekolah (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bermutu, terukur, berkesinambungan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
b.      Untuk menjadi acuan dan pedoman bagi Stakeholders (pemangku kepentingan) dalam rangka ikut serta memberikan partisipasi maupun pengendalian/control untuk terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, bermutu, dan memenuhi harapan masyarakat.


3.      Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
Kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ngawi  dikembangkan oleh sekolah dan Dewan Sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta  panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
a.                  Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan
b.                 Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
c.       Tanggap terhadap perkembangan Sain, Lingkungan, Teknologi, Masyarakat  dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa Sain, Lingkungan, Teknologi, Masyarakat,  dan seni  berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan Sains, Lingkungan, Teknologi, Masyarakat , dan seni.
d.                 Relevan dengan  kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan lingkungan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, teknologi, perguruan tinggi  dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan ketrampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan hal yang harus selalu dikembangkan.
e.    Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan (suistainable) antara jenjang pendidikan SMP/MTs ke SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ngawi , dari SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ngawi  ke Dunia Industri (DU) / Dunia Industri (DI) maupun dari SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ngawi ke jenjang perguruan tinggi. Demikian pula berkesinambungannya materi yang memang harus berurutan antar jenjang semester, dari semester 1 ke 2 maupun jenjang kelas dari kelas X, XI, dan XII.
f.                   Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
g.                  Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan Jawa Timur untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B.       VISI SMK KESEHATAN BAKTI INDONESIA MEDIKA NGAWI
Terwujudnya lembaga pedidikan terbaik, yang mampu tumbuh dan berkembang melalui tamatan/output yang berkualitas yang dapat memuaskan pelanggan sehingga menjadi pilihan utama masyarakat.

C.      MISI SMK  KESEHATAN BAKTI INDONESIA MEDIKA NGAWI
a.                   Meningkatkan profesionalisme dalam proses pembelajaran
b.                  Meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas moral dan intelektual secara seimbang
c.                   Menciptakan suasana belajar yang kondisif, aman dan nyaman
d.                  Melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sesuai dengan kompetensi keahlian
e.                   Memliki bisnis center sesuai dengan kompetensi Keahlian.

D. VISI KOMPETENSI KEAHLIAN SMK KESEHATAN BAKTI INDONESIA MEDIKA NGAWI

Terbentuknya generasi profesional yang berakhlak, produktif, dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara dengan dilandasi iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

     E. MISI KOMPETENSI KEAHLIAN SMK KESEHATAN BAKTI INDONESIA MEDIKA NGAWI
1.         Menghasilkan lulusan yang unggul dalam prestasi akademik, memiliki kepribadian dan bertaqwa
2.    Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional bidang kesehatan yang siap memasuki dunia kerja
3.              Membentuk manusia yang aktif, kreatif, inovatif, mandiri, serta berwawasan luas
4.              Membentuk sumber daya manusia yang memegang teguh etika serta berwawasan global   (to be a professional with international mind)

        F. TUJUAN KOMPETENSI KEAHLIAN
a.   Mencetak tamatan pendidikan dan pelatihan sebagai tenaga teknis kefarmasian tingkat menengah yang membantu pekerjaan kefarmasian di sarana-sarana kesehatan.
b.      Mencetak tamatan pendidikan dan pelatihan keperawatan mencakup pekerjaan membantu perawat generalis dalam melaksanakan tindakan keperawatan sederhana
c.       Mencetak tamatan pendidikan dan pelatihan analis kesehatan mencakup pekerjaan sebagai asisten pelaksana pelayanan kesehatan di bidang analis kesehatan.

Tujuan Kompetensi Keperawatan
Memberikan bekal keterampilan di Bidang Pelayanan Kesehatan kepada siswa antara lain:
  1. Menangani dan melaksanakan kebutuhan dasar pasien.
  2. Mengadministrasikan data kesehatan.
  3. Fisioterapis.
  4. Menyusun menu makanan bagi pasien.
  5. Memberikan pelayanan Housekeeping.


G. TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN KUNJUNGAN KERJA INDUSTRI
1.    Tujuan
1.    Menghasilkan tenaga kerja yang memilki keahlian berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memilki tingkat pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja.
2.    Memperkokoh Link dan Match antara Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) dan dunia kerja
3.    Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja yang berkualitas
4.    Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan
2.    Sasaran
Berdasarkan tujuan sebagaimana tersebut di atas, sasaran yang hendak dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
a.   Membangun kesepahaman siswa agar memilki tingkat pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja.  
b.   Meningkatnya Link dan Match antara Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) Kesehatan dan dunia kerja



H. RUANG LINGKUP
Berdasarkan tujuan dan sasaran kegiatan sebagaimana disampaikan di atas, lingkup kegiatan ini dapat disampaikan secara garis besar sebagai berikut:
1.    Persiapan
a.    Penyusunan Tim Kerja
b.    Pembuatan Jadwal Pelaksanaan
c.    Koordinasi tingkat Kompetensi dan Dunia Usaha/Industri
d.    Penggandaan materi
2.    Pelaksanaan
Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri dilaksanakan melalui kegiatan observasi di Poliklinik/Bangsal/UGD/ICU, Unit Instalasi Farmasi/Apotek, Unit Laboratorium
  1.   Penyusunan dan penggandaan Laporan.
 I. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
1.    Lokasi Kegiatan
Kegiatan Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri dilaksanakan di Rumah Sakit JIH Yogyakarta
 2.    Jadwal Kegiatan
Kegiatan Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri dilaksanakan pada
1.      Hari         : Jum`at, tanggal 12 Oktober 2012.
2.      Waktu     : 08.00 WIB - selesai
 3.    Peserta
            Peserta kegiatan Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri terdiri dari :
-       Kompetensi Keperawatan        : 38 siswa
-         Kompetensi Analis                  : 15 siswa
-         Kompetensi Farmasi               : 13 siswa
-         Bapak/Ibu guru pendamping  : 13 orang
4.    Pelaksana kegiatan
Panitia pelaksana Kegiatan Kunjungan Dunia Usaha/Industri berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika tanggal 29 Agustus 2012,  sebagai berikut :
1. Pelindung              : Kepala Sekolah SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ngawi
2. Penanggungjawab : Ka TU
3. Ketua                    : Iwan Rudy Untoro, ST
4. Sekretaris              : Ibnu Sri Fatayati, S.Kep Ns
5. Bendahara             : Lilik Utami Dwi Lestari S.Si Apt
6. Anggota                : 1. Budi Siswanto BSc
                                    2. Ani Kurniawati, Amd Kep
                                    3. Retno Yuniarti, Amd Keb           
                                    4. Nanik Endaryani, S.Farm Apt
                                    5. Setyawan Amd Ankes
                                    6. Aprilia S.Farm Apt
 7. Korlap                  : Staf Tata Usaha
  1. Samsul Hadi Spd
  2. Cecep Tyas Putra
 
NO
KEGIATAN
AGUSTUS
SEPTEMBER
OKTOBER
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV

PRAKTIK KUNJUNGAN DUNIA 













USAHA/INDUSTRI













A. Persiapan Pelaksanaan













     - Pembentukan draft kepanitiaan













     - Rapat panitia













B. SURAT MENYURAT













     - Pembuatan surat menyurat













     - Distribusi surat menyurat













     - Cek lokasi













C. AKOMODASI & KONSUMSI













     - Pemesanan bus













     - Pemesanan konsumsi













D. PELAKSANAAN KUNJUNGAN













E.  PELAPORAN













F. SEMINAR


























5. Matrix Pelaksanaan Kegiatan
Kurikulum KTSP  menjadi calon acuan untuk melaksanakan praktek Kunjungan Dunia Usaha/Industri yang mengarah pada profil kemampuan tamatan atau profil kompetensi. Sebagai kelengkapan praktek Kunjungan Dunia Usaha/Industri disediakan :
a.             Jurnal Kegiatan Siswa
b.           Laporan Perorangan Kegiatan Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri
c.          Laporan Kelompok Kegiatan Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri yang akan diseminarkan pada Kegiatan Belajar Mengajar.
J. BIAYA
Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan kegiatan Kunjungan Dunia Usaha/Industri adalah sebesar Rp.22.000.000,- (dua puluh dua juta rupiah). Rincian lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
K.  PENUTUP
Demikian kerangka acuan kegiatan Praktik Kunjungan Dunia Usaha/Industri disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan dan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar